0260 7481974 Daftar Online Lokasi Kami
20170725 194249

Sambutan Kedatangan Santri Baru Tahun Pelajaran 2017/2018 (1438/1439 H)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل الله فلا هادي له

وأشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. أما بعد ؛

Bapak-bapak, para wali santri yang saya hormati, kami ucapkan ahlan wa sahlan wa marhaban biquduumikum fii haadzal ma’had, selamat datang di Pondok Pesantren Rahmatika Al-Atsari, setelah menempuh perjalanan dari rumah masing-masing, meluangkan waktu, harta dan tenaga untuk mengantarkan putra-putri nya menuntut ilmu.

Semoga Allah senantiasa menjaga para wali santri sekalian, memberkahi keluarga dan harta antum semua.

Para wali santri yang kami hormati, ketahuilah bahwa pilihan antum untuk menyekolahkan putra-putri di pesantren adalah pilihan yang tepat, disaat banyak anak-anak sekarang terpapar hal-hal negatif oleh sebab pergaulan yang keliru, pesantren hadir sebagai benteng dari hal-hal tersebut bi idznillaah.

Wali santri sekalian, perlu diketahui bahwa pendidikan putra-putri kita adalah tanggung jawab kita bersama, mereka sebagai amanah Allah atas kita, maka mari kita tunaikan amanah ini dgn sebaik-baiknya, sebagaimana Rasulullaah shalallaahu alaihi wasallam bersabda ;

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِِّدَانِهِ أَو يُنَصِّرَانِهِ أَو يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. ِAl-Bukhari & Muslim).

Maka dari itu, pendidikan yang paling pertama dan berperan besar dalam diri seorang anak adalah pendidikan dalam keluarganya, setelah itu baru pendidikan di sekolah dan masyarakatnya.

Wali santri sekalian yang dirahmati Allah, agar kita ketahui bersama bahwa menuntut ilmu tidaklah mudah, butuh kesabaran dan tekad yang kuat, namun berbahagialah karena siapa yang menuntut ilmu agama akan Allah mudahkan baginya jalan menuju surga-Nya, Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam bersabda ;

منْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Dan imam Syafi’i rahimahullaah menjelaskan kepada kita syarat-syarat dalam memperoleh ilmu ;

،أخي لن تنال العلم إلا بستةٍ، سأنييك عن تفاصيلها ببيـان
ذكاء وحرص واجتهاد ودرهم
وصحبة استاذٍ وطول زمان

Kalian tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara ini, akan aku kabarkan kepadamu secara terperinci yaitu : kecerdasan, semangat, cita-cita yang tinggi, bekal, duduk dalam majelis bersama ustadz (bimbingan guru), dan waktu yang panjang.”

Maka mari kita beri motivasi anak-anak kita dalam menuntut ilmu, dukung dan do’akan mereka, dan kita beri contoh yang baik baginya dalam keluarga. Semoga Allah ta’aala menjadikan anak-anak kita anak yang sholeh, mentauhidkan Allah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi islam dan ummat nya, semoga Allah memberi taufik.

Apa yang Bapak-Ibu rasakan, berupa sedihnya meninggalkan anak, kami pun merasakannya, apa yang putra-putri Ibu rasakan, berupa sedihnya merantau dan jauh dari keluarga, kami pun pernah merasakannya. Ini hanyalah salah satu fase dalam rangka kita mengharap jannah-Nya. Mari kita semangati, doakan dan dukung putra-putri kita. Kami pun dahulu diberi orang tua yang ‘tega’ menyekolahkan kami di pesantren. Sedih, rindu dan sederhana nya kami di pesantren pada akhirnya melahirkan rasa syukur kepada Allah dan terima kasih kepada orang tua kami, karena belajar di pesantren sangat memberi manfaat bagi diri kami.

“Jangan khawatirkan kami pak, bu, doakan kami mempelajari Al-Quran dan sunnah, insya Allah kita berkumpul kembali di surga-Nya”.

Pesantren kita ini alhamdulillaah, adalah pesantren yang bermula dari keterbatasan, bukan pesantren yang sudah lengkap fasilitas, tanah, dana dan sumber daya manusia nya. Namun alhamdulillaah, kita selalu berkomitmen meningkatkan semua nya insya Allah, mari kita doakan, dukung dan majukan bersama.

Biaya yang bapak-bapak keluarkan, sejatinya itu adalah untuk anak-anak kita sendiri, kami senantiasa berfikir agar biaya tetap terjangkau, tapi disisi lain pesantren semakin berkembang dan Allah lah yang memberi taufik. Harta/biaya yang bapak ibu keluarkan niatkanlah itu sebagai sedekah dijalan-Nya,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”

Makna hadits di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An-Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:

(1) Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. (2) Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan secara inderawi dan kebiasaan.

Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.

« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ »

“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

Maka mari kita lunaskan biaya untuk anak kita, niatkan itu sedekah, insya Allah tidak akan berkurang, bahkan bertambah.

Allah ta’aala berfirman ;

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”.

Wali santri yang kami hormati, pada akhirnya, marilah kita berdoa dan berusaha yang terbaik untuk pendidikan putra-putri kita, bila di tengah perjalanan nanti ada keluhan atau kritik silahkan tabayyun terlebih dahulu kepada kami dan silahkan sampaikan kritikan yang membangun dengan cara yang santun.

Syukron wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh..

Ustadz Abu Syaima Muhammad Iqbal -حفظه الله-
(Mudir Ma’had Rahmatika Al-Atsari Subang)

Dalam pertemuan wali santri : Subang, 22 Syawal 1438/16 Juli 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *